//
you're reading...
ARTIKEL

Matinya KPID


Penulis   : S Sahala Tua Saragih – Dosen Prodi Jurnalistik Fikom Unpad

Sumber  : Pikiran Rakyat 29 Maret 2017

Untuk membaca dan mengunduh Klipping Klik Gambar lalu Zoom. (semoga bermanfaat)

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) mati? Mengapa? Siapa yang mematikannya? Pemerintah (Menteri Dalam Negeri) melanggar Undang-undang No.32/2002 tentang Penyiaran (UUP)?

Ini benar-benar berita buruk. Di sini tak berlaku ungkapan dalam dunia jurnalisme, berita buruk adalah berita baik. Gara-gara penghapusan anggaran kini lebih dari separuh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) terancam lumpuh. Sebanyak 20 KPID di antara 34 KPID sedang bergejolak. Bahkan KPID Sumatera Barat (asal Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis) dan Gorontalo sejak Januari lalu sudah mati total karena tak punya anggaran sama sekali. Fakta lain, KPID Jambi dileburkan dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jambi. Akibatnya jelas, semua (tujuh) anggoata KPID Jambi tak bisa bergerak secara independen. Ini jelas bertentangan dengan amanat pasal 7 UUP.

Apakah mungkin pemerintah daerah yang juga membawahi KPID menjadi lembaga negara yang bersifat independen? Di negara mana ada pemerintah yang bersifat independen? Siapa pun tahu, KPI sebagai lembaga regulator dunia penyiaran yang benar-benar independen pastilah bukan perpanjangan tangan atau bawahan pemerintah pusat dan pemda provinsi.

Salah satu fungsi utama media massa elektronik (siaran) adalah mengontrol pemerintah. Apakah mungkin Pemda memberi kebebasan kepada KPID untuk mengontrol dirinya sebagai penguasa? KPI Pusat (KPIP) dan KPID justru sengaja dibentuk dalam rangka lebih memberdayakan rakyat untuk melakukan kontrol sosial dan berpartisipasi dalam memajukan penyiaran nasional dan daerah. KPIP dan KPID  bertugas untuk menampung aspirasi rakyat dan mewakili kepentingan publik akan penyiaran. Apakah mungkin KPID melaksanakan dengan konsekuen amanat UUP ketika anggarannya dihapuskan?

Sudah, sedang, dan akan matinya semua (34) KPID terjadi gara-gara Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18/2016 tentang Perangkat Daerah. PP kontroversial ini menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk tidak lagi menganggarkan dana kepada KPID. Selama ini anggaran KPID diperoleh dari APBD Provinsi sesuai dengan amanat pasal 9 UUP.

Direktur Pelaksanaan dan pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Arsan Latif mengatakan, APBD hanya bisa diberikan secara langsung kepada unit kerja pemda seperti Dinas Kesehatan atau Dinas Komunikasi dan Informatika. “KPID bukan perangkat Pemda,” katanya (Koran Tempo, 24-3-2017).

Alternatifnya, kata Arsan Latif, dana KPID bisa diambil dari APBD rekening hibah. Masalahnya, kalau hibah, artinya terserah pemdanya, apakah akan memberi atau tidak memberi. Kemdagri sudah berencana menyosialisasikan mekanisme penganggaran untuk KPID melalui mekanisme rekening hibah.

Kita tidak tahu mengapa pemerintah (Kemdagri) membuat PP yang jelas-jelas bertentangan dengan UUP. Pasal 9 ayat 6 UUP dengan tegas menyatakan, pendanaan KPI pusat berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pendanaan KPI Daerah berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ini sudah terwujud selama lebih dari sepuluh tahun. Pasal tersebut tidak bisa ditafsirkan lain. Menteri Dalam Negeri tidak bisa membantah bahwa PP itu melanggar UUP yang pasti dibuat Presiden Megawati Soekarnoputri dan DPR pada akhir 2002.

 

Pengebirian

Keberadaan KPID tegas disebut dan diatur dalam UUP pasal-pasal 7, 9, 10, 11, dan 12. Pasal 7 ayat 3 berbunyi, “KPI terdiri dari KPI Pusat dibentuk di tingkat Pusat dan di KPI Daerah dibentuk di tingkat Provinsi.” Dalam pasal 7 ayat 4 UUP juga dinyatakan, dalam menjalankan fungsi, tugas, wewenang, dan kewajibannya, KPI Pusat diawasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, dan KPI Daerah diawasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi.   Pun pasal 7 ayat 2 UU Penyiaran menegaskan, KPI sebagai lembaga negara yang bersifat independen mengatur hal-hal mengenai penyiaran. Mustahil Mendagri tidak mengetahui hukum Penyiaran yang yang mengatur KPID ini.

Dengan dihapuskannya anggaran KPID dari APBD provinsi, dengan sadar penuh Pemerintah Pusat (Kemdagri) telah mengebiri KPI. Bagaimana mungkin KPIP yang beranggotakan hanya sembilan orang mampu memantau dan mengawasi ribuan stasiun radio dan televisi lokal yang tersebar di semua provinsi (Kota dan Kabupaten)? Percayalah, dengan diberlakukannya PP No. 18/2016 tentang Perangkat Daerah tersebut, yang mati bukan hanya semua KPID. KPIP pun akan memasuki masa MPP (mati pelan-pelan). Mustahil KPIP mampu melaksanakan seluruh amanat UUP bila tak dibantu KPID di semua Provinsi. Buktinya, selama ini meskipun sudah bekerjasama dengan semua KPID, ternyata KPIP dan KPID tak mampu mengatasi semua masalah penyiaran di Tanah Air.

Betapa banyak, luas, tinggi, dan beratnya beban kerja KPIP dan KPID dapat kita simak isi pasal 8 ayat 3 UUP. Menurut pasal ini, KPI mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut. Menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia; ikut membantu pengaturan infrastruktur bidang penyiaran; ikut membangun iklim persaingan yang sehat antarlembaga penyiaran dan industri kreatif; memelihara tatanan informasi nasional yang adil, merata, dan seimbang; menampung, meneliti, dan menindaklanjuti aduan, sanggahan, serta kritik dan apresiasi masyarakat terhadap penyelenggaraan penyiaran; dan menyusun perencanaan pengembangan sumberdaya manusia yang menjamin profesionalitas di bidang penyiaran.

Dengan diberlakukannya PP No. 18/2016 tersebut, cepat atau lambat semua komisi negara lainnya yang ada di daerah-daerah juga akan bernasib sama buruk dengan KPID.

Entah mengapa hingga kini DPR dan DPRD di semua provinsi masih membisu. Apakah mereka tak mengetahui masalah serius ini? Selama ini banyak juga lembaga swadaya masyaraakat (LSM) yang menaruh perhatian besar terhadap dunia penyiaran nasional dan daerah. Akan tetapi hingga sekarang mereka tak mempersoalkan PP No. 18/2016 tersebut. Warga masyarakat, yang suka atau tidak suka, setiap hari menjadi khalayak media elektronik    nasional dan daerah, sudah waktunya sekarang bersuara lantang, memperjuangkan eksistensi semua KPID. Seperti komisi-komisi negara lainnya, KPIP dan KPID juga diutus sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat republik ini, terutama di bidang informasi. ***

Save

Iklan

Diskusi

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: KPI-KPID takkan Pernah Mati | TandaMata BDG - 13 April 2017

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My ART

#saveXpalaguna

gerakan seniman & warga Bandung untuk pemanfaatan ex lahan pertokoan Palaguna menjadi RTH dan Cagar Budaya

Follow TandaMata BDG on WordPress.com

My Instagram

Usai Pengajian di Percikan Iman - Mesjid Telkom University
#menggambar pake #telunjuk yang ketiga di HP ini masih jauh dari sempurna, tapi lumayan lah untuk melancarkan.
#art #drawing #sketch #sketchbook #sketchwalker #sketchurban #telkomuniversity #bandung Kalau sebelumnya "menggambar pake telunjuk" di HP karena tak bawa alat+media gambar, kali ini karena situasional.
Selalu ada saja saat-saat dimana "passion" menggambar lagi tinggi tapi situasi tidak memungkinkan. Di dalam pesawat terbang misalnya. 
Dalam situasi seperti ini "ngagambar ku curuk" jadi sangat masuk akal. Walau belum belajar tekniknya yg bener,, baru pake ilmu "kumaha aing we", menggambar dengan telunjuk mengasyikkan juga. Sepertinya ke depan akan saya jadikan alternatif (kaduhung teu ti baheula nyobaan na)
#art #drawing #sketchbook #sketch #sketchwalk #airplane #nam #surabaya Ngudud Dji Sam Soe segese gini kapan habisnya ya? 
#cigarette #234 #sampoerna #museum #houseofsampoerna #surabaya Hotel Geulis Dago Bandung
#art #drawing #painting #watercolor #drawingpen #urbansketch #hotel #dago #bandung #sketch #sketchwalker #hotelgeulisdago Kembali ke Khitah
Saat pulang ke Bandung  saya kangen nyeket di Bandung yg sejuk.  Alhamdulillah beberapa teman di Minggu tadi pada ngumpul di Car Free Day DAGO.  Jadi deh DIGODA DAGO
#art #drawing #sketch #sketchwalker #cfd #dago #bandung #seniman Utk pertamakalinya menggambar pake TELUNJUK

Terkadang (bahkan sering) yang dibutuhkan cuma ngopi alakadarnya. Cukup kopi seduh.
Di Bratang Jaya Surabaya ada sebuah warung kopi seduh. Tempatnya luas, 2 lantai lagi Buka 24 Jam. Harganya cuma 3000 perak. Menarik,, makanya penuh banget.
Saat ngopi nyesel juga nggak bawa Sketchbook. Cuma ingat ada aplikasi Autodesk Sketchbook di HP. Ini pertamakalinya menggambar pake telunjuk. Rada susah sih dan untuk hasil seperti ini rasanya kelamaan waktu yg dihabiskan, Tapi lumayanlah, dan asyik juga lah
#art #drawing #sketchbook  #sketch #sketchwalker #warkop #warungkopi #murah ' Gazeebo dekat Rektorat Kampus ITS
#art #drawing #watercolor #gazeebo #its #rektorat #sketch #sketchwalker Sambl menunggu anak herregistrasi di Kampus ITS Surabaya
#art #drawing #sketch #sketchwalker #Its #surabaya #herregistrasi Ngopi
#coffetofee #post #coffee #surabaya #myson Alih-alih merasa sendirian di Surabaya, eh ada orang Sekeloa alumnus  Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad  Angkatan 1990 tinggal disana dan putranya sama-sama diterima satu fakultas dgn  Elang. Setelah 22 tahun tak bertemu, Rainy Safitri Inge sepertinya tak banyak berubah. 
Terinakasih banyak atas jamuan makan siangnya, info tentang kost, kunjungan ke Museum Sampoerna dan bantuan kemudahan transportasi selama di Surabaya. Salam buat keluarga. Semoga segala kebaikan Inge & keluarga berbalas berkah berlimpah.
#its #surabaya #alumni #fikomunpad #culinary Tiba ....
#its #surabaya ##arsitektur Seneng rasanya lihat anak-anak kompak saling jaga saling bina #menuju_ITS #raihmimpi #arsitektur #its SIDAK ke Lapak Seniman CFD Dago, sepertinya formasi belum lengkap. Masih berlibur? 
#art #artist #painter #masters #cfd #dago #bandung Silaturahmi ke senior
#idulfitri #halalbihalal #maestro #painter #art #artist Kuda Liar tapi Soleh
#art #drawing #watercolor #spidol #horse #white #sketch #pray Beberes halaman belakang #menunggutukang #ngaduk #tembok #teras #halamanrumah #halamanbelakangrumah #kawalu #tasikmalaya Perang Gobang
#art #drawing #watercolor #spidol #game #traditional Sawer Receh
#lebaran #idulfitri #mudik #cicariang #kawalu #tasikmalaya Puntennya palawargi sadaya ditampina lesehan, maklum teu acan gaduh parabotan
#mudik #cicariang #kawalu #tasikmalaya #idulfitri #lebaran Selamat Hari Raya Idul Fitri. Kami sekeluarga Mohon Maaf atas segala kesalahan, terasa dan atau tidak sengaja.. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima Allah SWT. Amin..
#idulfitri #lebaran

Pengunjung Blog

  • 53,409 hit

Pengunjung Online

%d blogger menyukai ini: