//
you're reading...
ARTIKEL

“Rawayan” Pancasila


Penulis   : Asep Salahudin – Wakil Rektor I IAILM Suryalaya, Ketua Lakpesdam PWNU Jabar

Sumber  : Pikiran Rakyat 23 Maret 2017

Untuk membaca dan mengunduh Klipping Klik Gambar lalu Zoom. (semoga bermanfaat)

DISKUSI  Redaksi Harian Umum Pikiran Rakyat bekerja sama dengan Alumni GMNI dengan topik “Refleksi Kebangsaan Visi Negara Pancasila”,  pada Kamis, 23 Maret 2017 di Aula PR menarik dipercakapkan. Salah satu sisi menariknya ini ketika Pancasila diperhadapkan dengan artikulasi kaum  puritan keagamaan di tengah masyarakat heterogen.

Akhir-akhir ini kita menenggarai mencuatnya kaum puritan minimal ditandai: pertama, semakin lunturnya sikap lapang dalam melihat segala bentuk keragaman termasuk keragaman pilihan keyakinan. Kedua, nafsu memonopoli kebenaran tunggal yang  kelewat batas sehingga sering kali melihat lian yang tak sehaluan sebagai kafir dan munafik.  Ketiga, absennya kehendak menerima yang tidak sama pandangannya sebagai bagian eksistensial tak terpisahkan dari kehadiran bersama. Keempat, merebaknya pemikiran keagamaan yang parsial, dangkal dan semena-mena dan akhirnya hanya cukup  bermodalkan informasi ala kadarnya sudah merasa sahih menisbatkan kesesatan kepada yang lain. Sentimen keagamaan seperti itu semakin berkobar  ketika pada saat bersamaan dikaitkan isu sempit ras, golongan dan etnis.

Tiba-tiba pilkada yang seharusnya  mendedah program-program yang menyangkut hajat hidup orang banyak dengan ukuran jelas dan rasional justru menjadi ramai dengan persoalan-persoalan metafisis-skolastik. Bahkan sepanjang ingatan saya, sejak Indonesia merdeka baru kali ini urusan jenazah diusung dalam tema kampanye. Orang hidup diserukan untuk  tidak menyalatkan mayat yang semasa hidupnya berbeda pilihan politiknya.

Tentu ini bukan sekadar persoalan Jakarta atau sesuatu yang bersifat jangka pendek pemilihan gubernur siklus lima tahunan semata, tapi dapat  berefek luas dan merusak tenun kebhinekaan. Tidak boleh ditampik kenyataan bahwa hari ini seperti terbaca di media sosial bagaimana masyarakat telah terbelah dalam dua kutub yang nyaris tidak bisa didamaikan. Tragisnya lagi keduanya, sering kali mengacukan argumennya pada informasi tak berdasar (hoax).

Kemunduran  

Mendiskusikan SARA dalam konteks perebutan politik kekuasaan bukan hanya tidak produktif namun juga melambangkan tentang kemunduran peradaban kita dalam kehidupan bernegara.  89 tahun lampau ketika Indonesia belum diproklamasikan kemerdekaannya, tepatnya 28 Oktober 1928 di Jalan Kramat 106 Jakarta, justru kaum muda sudah berbicara tentang wajah Indonesia yang terbuka. Imajinasinya sangat kuat, mereka mampu melampaui  sentimen agama dan etnik,  langsung masuk pada palung spirit kesatuan bangsa, tanah air dan bahasa. Dhakidae (2001) menyebut Sumpah Pemuda ini sebagai  Indonesian  the holy trinity, tritunggal suci – bangsa, bahasa, tanah air. Kata Bung Karno:

“Jangan coba-coba mengkhianati Proklamasi dan Sumpah Pemuda. Mereka yang sekarang ingin memisahkan diri dari Indonesia adalah para pengkhianat yang lupa kepada Sumpah bangsa ini”.

Ketuhanan YME

Ditempatkannya Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama adalah sebuah alamat terang bagaimana para pendiri republik ini bercita-cita bahwa bangsa yang didirikannya dengan pengorbanan hanya akan meraih  keadaban ketika nilai-nilai ketuhanan dijadikan pandu.

Pilihan kalimatnya sangat bagus, “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Tidak menggunakan istilah yang merujuk pada agama tertentu, tapi “ketuhanan” yang bersifat universal dan lintas agama.   Minimal tiga pesan yang hendak ditating sila ini:  pertama, keniscayaan setiap warga negara masuk dalam pengalaman kemajemukan.  Kedua,  keberagamaan yang benar tidak saja berhenti sebatas deklarasi teologis tentang keesaan Tuhan tapi juga harus dipantulkan dalam etik imperatif empat sila susulannya. Ketiga, menggambarkan potret  halaman muka  masyarakat nusantara sebagai masyarakat  religius.  Yang teknik dan mistik selalu ditarik satu helaan napas. Yang lahir diselesaikan lewat pendekatan batin.  Langit suci  jatiniskala tidak pernah diabaikan dalam tata kelola buana pancatengah-kemanusiaan.

Ada banyak upacara di sekitar kita  semacam berburu, perang  atau hendak menikah hal pertama yang dilakukan adalah menyatukan diri terlebih dahulu dengan Pemilik Hakiki Semesta baik lewat semedi atau tirakat. Pematang sawah dipenuhi sesajen agar Dewi Sri menebarkan kebaikan dan menghasilkan padi penuh berkah. Padi bukan sekadar berurusan dengan perut “keadilan sosial” namun juga beririsan  secara simbolik dengan “ketuhanan”,  “kemanusiaan”, “persatuan” dan “hikmah kebijaksanaan”.

Maka dalam semangat Pancasila, padi  (ekonomi)  itu haram  dimonopoli, tanah dan air harus menjadi milik bersama. Tidak boleh terjadi empat orang terkaya dengan jumlah kekayaan 325 triliun,  melebihi 100 juta penduduk miskin. 10 persen konglomerat bisa menguasai 77 persen kekayaan nasional dan 23 persen sisanya harus diperebutkan  90 persen penduduk. Tragisnya ketimpangan ini terjadi malah di negara yang berpahamkan Pancasila, namun tidak paham hakikat Pancasila.

Kearifan lokal sepanjang garis khatulistiwa  begitu kental kandungan ajaran ketuhanannya yang sudah ribuan tahun hidup dalam memori kolektif  kaum leluhur. Konsep ketuhanannya bisa berbeda, namun Tuhannya itu sendiri sama. Konsep berhubungan dengan kebudayaan, sementara Tuhan secara ontologis adalah melampaui sejarah. Yang berbeda adalah Tuhan epistemologis, Tuhan ontologisnya adalah sama.

Sebuah ironi

Sayang hari ini spirit “Ketuhanan Yang Maha Esa” tidak memiliki dampak dalam  lajuning laku. Agama sekadar kolom administrasi di KTP yang  pengadaan e-KTP-nya sendiri dikorupsi secara berjamaah.  Sila pertama lamat namun pasti sudah mulai kehilangan daya rajahnya dan kemudian hanya menyisakan kegaduhan arak-arakan atas nama kepentingan yang tak jelas.

Agama  tiba-tiba seperti politik sama-sama menghajatkan anggaran, baliho, spanduk dan toa. Agama seolah harus selalu diteriakkan agar didengarkan banyak orang.  Seperti politik yang dikedepankan adalah retorika, kelihaian memanggungkan citra dan kesigapan memburu “lawan” yang harus lekas ditaklukan. Agama minus penghayatan. Kalau dahulu Bung Karno mengusulkan sila  “Ketuhanan yang Berkebudayaan”  maka  sekarang  Ketuhanan itu telah terkelupas jangkar budayanya.

Agar lajur kebangsaan itu dipastikan tidak salah arah, maka kembali ke rawayan  khittah Pencasila merupakan kepastian yang tak bisa ditawar-tawar lagi.***

Save

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My ART

#saveXpalaguna

gerakan seniman & warga Bandung untuk pemanfaatan ex lahan pertokoan Palaguna menjadi RTH dan Cagar Budaya

Follow TandaMata BDG on WordPress.com

My Instagram

3 diva
#art #painting #watercolor #3 #diva #dancer #jaipong #jabar #sexy #vute #beauty #instaart #instagood #l4l Mengahbiskan senja di Hotel Preanger bersama pa Basket & Bank Zoel
#art #drawing #painting #sketch #sketchbook #sketchers #sketchwalker ##instaart #instagood #instapict #l4l Efek #repost JELAS

Dilihat dari tayangannya (berapakali kiriman dilihat) repost memberikan efek yg jelas. Dari 9 gambar yg mendapat urutan tayangan tertinggi 7 diantaranya memang di#repost.
.
#instago #instagood #instaart #repost #l4l #art #campaign #celeb Bunga Resah
.
#art #drawing #painting #flowers #orchid #anggrek #merah #resah #gelisah #instagood #instaart #l4l #instago #watercolor HBD Indonesia Panjang Umurnya serta Mulia
.
.
#17 #17agustus #independenceday #indonesia #merdeka #1945 #2017 #proklamasi #kemerdekaan #art #watercolor #instaday #instadaily #instagood #instago #instaart #l4l #merahputih #hbd #72 Innalillahi wainailaihirojiun telah meninggal dunia  Drg. Muslich Machmud (Abah Ucih) ayahanda sahabat kita, @drg_gilang , Semoga amal ibadah dan iman islam Abah diterima Allah SWT. Aamiin yra.
.
#art #rip #dentist #instapic #instaart #instarip #l4l #drawing #pencil  #lecture #fkg #fkgunpad #unpad Seniman Kahot sabari udud ngagambar nu reureuh beres ngagowes di CFD Dago Bandung
#art #drawing #painting #watercolor #artist #painter #sketcher #sketch #sketchwalker #sketcbook #cfd #cfddago #bandung #instaart #instabike #bicycle #instagood #l4l REUREUH - Istirahat sehabis ngagowes
#art #drawing #painting #watercolor #sketch #sketchwalker #sketchbook #rest #bicycle #gowes #3 #girl #cute #beautiful #instagood #instart #instabike #l4l #cfd #dago #cfddago #bandung Master & Cigarette
#art #drawing #painting #watercolor #sketch #master #cigarette #painters #sketcher ##sketchbook #sketchwalker #l4l #artist #cfd #dago #bandung #udud #instagood #instago #instaart #seniman Yellow Flower
#art #flowers #watercolor #painting #yellow #sketch #sketchbook #instagood #instart #instago #l4l Sumpah!!! @skysucahyo lagu-lagunya saat event @keukenbdg ke8 di Arcamanik keren.
.
#art #drawing #pencil #band #skysucahyo #teen #teengirl #popsongs #singer #musician #lovesong #keuken #keuken8 #foodfestival #bsw49 #sketch #sketchbook #sketchwalker #keukenbdg #l4l #instagood #instapic #instapict #cute #beautiful #girl #musisi #cantik #lucu #ukulele HBD Bu @popyrufaidah Mugi salawasna sehat tur berlimpah berkah. Amiin
.
#art #drawing #pencil #sketch #instapic #instagood #l4l #febunpad  #unpad Kebab Fruity @kebab88bdg segeeer di One Day Food Festival @keukenbdg ke 8 Arcamanik Bandung 6 Agustus 2017
.
#art #drawing #painting #sketchwalker #sketchbook #sketch #culinary #culinaryart #foodfestival #food #arcamanik #keukeun #keuken #keukeun8 #kebab #fruity #bdg #bsw39 #bsw49 Hiburan @skysucahyo di @keukenbdg One Day Food Festival - Arcamanik Bandung 6 Agustus 2017
.
.
#art #drawing  #painting #sketch #sketchbook #sketchwalker #watercolor #ink #keukeun #8 #culinary #foodfestival #bdg #band #bandung #bsw39 #bsw49 #l4l #instago #instafood #arcamanik #keuken #keuken8 Rehat sejenak di Jojogan, Desa Cinta Ratu Pangandaran
#green #cintaratu #jojogan #pangandaran #saung #tebing Dari beranda lantai 2 Susan Guest House Pangandaran menjelang subuh bateng Tim PKM  Fikom Unpaf
#art #drawing #sketch #sketchwalker #pangandaran #l4l #instadaily #instagram #instago #guesthouse #fikom #unpad  #fikomunpad Saya posting Drawing Kang @iwakarniwa di IG setahun lalu, saat follower masih sedikit. Perbedaan "like" yang didapat saat di posting sendiri dan direposting pejabat publik tampak sangat menganga )) Baguslah buat saya mah, promosi
#art #artwork #drawing #sketch #sketchbook #jabar #pilgub #ontheway #instagood #instagram #instadaily #latepost #l4l Kalau kemarin di #repost Jabar2, hari ini di #repost Jabar3 Sekda Pemprov Jabar Kang @iwakarniwa . Aduh asa kagunturan madu, Nuhun Kang
#art #drawing #pencil #man #handsome #jabar #l4l #instagram #instagood #latepost Nyata benar perbedaan "like" yang didapat saat di posting sendiri dan direposting pejabat publik )) cc: @deddy_mizwar 
#art #drawing #pencil #sketch #man #handsome #l4l  #wagub #jabar Di #repost oleh pejabat publik di Instagram rasanya "beda". Lebih dari senang tapi nggak pake banget. Kata "bungah"  mungkin lebih pas.
Dipikir-pikir, kalau diniatkan ibadah, jadi pejabat publik itu gampang mendapat pahala, cukup dengan #repost #like dan #follow saja bisa jadi amal, karena dapat membahagiakan warganya )) cc: @deddy_mizwar (Ada yg ke screenshoot, tag ah @wawan_waryaman @setyology @halimramdani @lailarachma @ujangapri @mia.megasari )
#art #drawing #pencil #sketch #wagub #jabar #l4l

Pengunjung Blog

  • 55,868 hit

Pengunjung Online

%d blogger menyukai ini: