//
you're reading...
ARTIKEL, saveXpalaguna

Ekspresi Seni Budaya Guna Merespon ‘Artefak’ Palaguna


#saveXpalaguna

Sumber  : elJABAR.com

BANDUNG, eljabar.com —  Seorang seniman dalam berkarya selalu berpijak pada faktor lingkungan yang mempengaruhi dalam proses penciptaan karyanya. Faktor itu antara lain Lingkungan sosial, budaya dan politik (selain faktor internal pribadi masing – masing seniman).

Suatu gejolak atau peristiwa yang dianggap seorang seniman dapat menjadi inspirasi untuk proses berkarya, disitulah Seniman mengadopsi ke dalam karyanya. Tentunya faktor tersebut hanya sebagai pemicu saja, selebihnya seniman mengolah sendiri tergantung hasil akhir proses kreatif nya tercapai.

Seni musik, seni rupa, atau teater mempunyai kesamaan dalam proses penciptaan, cuma perbedaannya ada pada elemen-elemen yang digunakan.

Sebuah karya biasanya didapat inspirasinya karena faktor lingkungan sosial/bersifat kritik sosial yang dituangkan berujud sebuah karya. Pertimbangan seniman dalam mengeksplorasi karyanya bisa memotifasi orang-orang yang melihatnya atau mendengarkan karya tersebut untuk dicermati.

Gelar seni budaya ini digagas oleh komunitas seniman dan budayawan Bandung, antara lain: Heri Dim, Rahmat Jabaril, Tisna Sanjaya, Teddy Suchyar, Basuki Bawono, Bang Zoel, Ine Arini serta didukung beberapa seniman lainnya.

Menyikapi rencana pemerintah Jawa Barat akan dibangunnya lahan eks Palaguna sebagai kawasan komersial, disikapi para seniman dan budayawan Bandung lewat proses kreatif berkesenian, antara lain melukis, pembacaan sajak, musik, tari, serta performance art bertema “Save X Palaguna” ini digelar selama dua hari pada Selasa dan Rabu, 14 – 15 Maret 2017 di kawasan eks Palaguna Jl. Asia – Africa Bandung.

Mereka mengeksplorasi karya seninya sebagai bentuk protes ketidak setujuannya terhadap rencana pemerintah Jawa Barat. Komunitas seniman ini mewakili warga masyarakat Jawa Barat yang menghendaki agar eks Palaguna dijadikan Taman Hutan Kota atau Ruang Terbuka Hijau.

Martha Topeng selaku panitia acara mengatakan, gelaran ini simbol dari warga masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Bandung agar lahan eks Palaguna dijadikan Ruang Hijau Terbuka dengan tidak dijadikan kawasan komersial.

Di tempat yang sama, penyair Bandung, Deddy Koral yang ikut terlibat dalam pagelaran ini menyatakan, pihaknya akan terus berupaya agar pemerintah mendengar apa yang diinginkan masyarakat Bandung. “Saya mengikuti terus gerakan ini, berhasil dan tidak berhasilnya kita tidak tahu yang penting kami sudah berupaya,” paparnya. (elly)

Save

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My ART

#saveXpalaguna

gerakan seniman & warga Bandung untuk pemanfaatan ex lahan pertokoan Palaguna menjadi RTH dan Cagar Budaya

Follow TandaMata BDG on WordPress.com

My Instagram

Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

Pengunjung Blog

  • 64,601 hit

Pengunjung Online

%d blogger menyukai ini: