//
you're reading...
ARTIKEL

Perempuan dan Budaya Bisu


Penulis   : Siti Nuryati – Penerima Anugerah Menkokesra RI atas Gagasan Pengentasan Kemiskinan dan Perluasan Kesempatan Kerja (2008)

Sumber  : Pikiran Rakyat 8 Maret 2017

Untuk membaca dan mengunduh Klipping Klik Gambar lalu Zooom. (semoga bermanfaat)

MEMPERINGATI Hari Perempuan Sedunia 8 Maret, menjadi momen tepat untuk menyematkan predikat perempuan sebagai “penentu peradaban”. Penyematan predikat ini sangatlah pantas karena perempuan memiliki peran besar dalam pembentukan generasi suatu bangsa.

Tren kejahatan seperti pemerkosaan, pembunuhan, pencurian, pembegalan, penyalahgunaan narkoba dan bentuk kriminal lain telah menyeret usia anak dalam kancah pelakunya.  Ini menjadi refleksi bagi semua pihak baik orangtua/keluarga, masyarakat, media, juga negara untuk lebih serius memberikan perhatian dan tanggung jawab dalam pendidikan generasi.

Unggul akademik dan cerdas logika bagi sebagian orangtua adalah  gambaran capaian atas pendidikan anak.  Simbol sukses untuk anak diukur dengan keberhasilan menjadi juara kelas, nilai akademik tertinggi, bekerja di perusahaan ternama setelah lulus.

Proses pendidikan anak abai terhadap ruang tumbuh nilai-nilai positif dalam diri anak. Karakter anak tidak mendapat porsi penting. Penanaman sifat-sifat mulia seperti anti kriminal, anti narkoba, anti korupsi serta anti asusila tidak sempat diagendakan dalam proses mendidik anak.

Tak hanya itu, anak pun diseret dalam arus “internasionalisasi”  dengan memaksanya menguasai kemampuan skolastik secara timpang, apalagi pada usia yang terlalu pagi. Anak pun tidak tumbuh sebagai pribadi yang utuh.  Sementara menghadapi era globalisasi yang penuh dengan berbagai tantangan dan persaingan ketat justru dibutuhkan tumbuhnya individu dengan ciri pribadi unggul yang selain cerdas, kreatif dan disiplin, juga memiliki berbagai sifat: iman dan taqwa, hormat kepada orangtua, jujur, optimistis dan sebagainya.

Keluarga merupakan institusi paling dasar tempat mendidik anak-anak agar menjadi manusia-manusia berkepribadian mulia.  Sayangnya, institusi keluarga terus menghadapi ancaman degradasi nilai-nilai luhur. Ada kecenderungan kini keluarga tak lagi dipandang sebagai wahana mendidik dan mencetak generasi berkualitas melainkan diposisikan sebagai wahana investasi.  Sebenarnya  kata “investasi” harus kita maknai secara hati-hati, mengingat istilah investasi amat berbau ekonomi dan cenderung kapitalistik.
Pertimbangan utama dalam investasi tentulah keuntungan investor. Investasi yang ia tanam jelas diperlakukan sebaik mungkin, namun tujuan akhir orang berinvestasi tetaplah demi kepentingan investor. Bila logika ini terus digunakan, pemaknaan eksploitatif ini akan masuk ke bawah sadar manusia dan mengendalikan perilaku tanpa disadari.  Pada kenyataannya, sering dijumpai orangtua memperlakukan anak sebagai properti, simbol prestise, atau atribut standar dari statusnya sebagai manusia dewasa. Anak kemudian lebih dipandang sebagai aset atau dekor rumah tangga belaka.

Atas nama pendidikan, sejak usia dini, anak-anak TK sudah dituntut untuk bisa menguasai berbagai kemampuan canggih, seperti calistung (membaca, menulis dan berhitung) dengan baik, rajin membuat PR, lancar berbahasa Inggris, pandai mempergunakan komputer dan sebagainya.

Dalam praksis di lapangan, penelitian yang dilakukan Nursamsiah Asharini (2010) mendapati dunia pendidikan kita selama ini telah memberangus anak sehingga si anak jatuh ke “budaya bisu” yang tak memberi ruang bagi anak untuk mengutarakan suara hati  atau keinginannya karena belenggu rasa takut pada orangtua dan guru.

Untuk itu model pendidikan robotik yang menekankan metode hafalan dan sikap penurut perlu diakhiri.  Saatnya mengembangkan pendidikan yang merangsang keingintahuan, eksplorasi, dan kekritisan. Sikap kritis dapat melatih membedakan fakta, norma, penilaian dan jeli dalam menemukan simpul-simpul perubahan.
Sudah saatnya pendidikan dikembangkan pada fungsi awalnya, yaitu untuk pencerdasan, pendewasaan, pemandirian, dan pembentukan kepribadian.

Untuk itu perlu mengubah pendekatan dalam bidang pendidikan. Sudah saatnya prestasi belajar tidak semata-mata diukur dari angka-angka hasil ujian. Kecerdasan emosi dalam wujud budi pekerti, spiritual, disiplin, kejujuran, integritas, dan karakter hendaknya ikut diperhitungkan. Di sinilah pentingnya menjaga peran strategis perempuan sebagai ibu dalam mempersiapkan anak sebagai generasi tangguh di masa depan,selain tentu membenahi sistem pendidikan yang ada. ***

Save

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My ART

#saveXpalaguna

gerakan seniman & warga Bandung untuk pemanfaatan ex lahan pertokoan Palaguna menjadi RTH dan Cagar Budaya

Follow TandaMata BDG on WordPress.com

My Instagram

Usai Pengajian di Percikan Iman - Mesjid Telkom University
#menggambar pake #telunjuk yang ketiga di HP ini masih jauh dari sempurna, tapi lumayan lah untuk melancarkan.
#art #drawing #sketch #sketchbook #sketchwalker #sketchurban #telkomuniversity #bandung Kalau sebelumnya "menggambar pake telunjuk" di HP karena tak bawa alat+media gambar, kali ini karena situasional.
Selalu ada saja saat-saat dimana "passion" menggambar lagi tinggi tapi situasi tidak memungkinkan. Di dalam pesawat terbang misalnya. 
Dalam situasi seperti ini "ngagambar ku curuk" jadi sangat masuk akal. Walau belum belajar tekniknya yg bener,, baru pake ilmu "kumaha aing we", menggambar dengan telunjuk mengasyikkan juga. Sepertinya ke depan akan saya jadikan alternatif (kaduhung teu ti baheula nyobaan na)
#art #drawing #sketchbook #sketch #sketchwalk #airplane #nam #surabaya Ngudud Dji Sam Soe segese gini kapan habisnya ya? 
#cigarette #234 #sampoerna #museum #houseofsampoerna #surabaya Hotel Geulis Dago Bandung
#art #drawing #painting #watercolor #drawingpen #urbansketch #hotel #dago #bandung #sketch #sketchwalker #hotelgeulisdago Kembali ke Khitah
Saat pulang ke Bandung  saya kangen nyeket di Bandung yg sejuk.  Alhamdulillah beberapa teman di Minggu tadi pada ngumpul di Car Free Day DAGO.  Jadi deh DIGODA DAGO
#art #drawing #sketch #sketchwalker #cfd #dago #bandung #seniman Utk pertamakalinya menggambar pake TELUNJUK

Terkadang (bahkan sering) yang dibutuhkan cuma ngopi alakadarnya. Cukup kopi seduh.
Di Bratang Jaya Surabaya ada sebuah warung kopi seduh. Tempatnya luas, 2 lantai lagi Buka 24 Jam. Harganya cuma 3000 perak. Menarik,, makanya penuh banget.
Saat ngopi nyesel juga nggak bawa Sketchbook. Cuma ingat ada aplikasi Autodesk Sketchbook di HP. Ini pertamakalinya menggambar pake telunjuk. Rada susah sih dan untuk hasil seperti ini rasanya kelamaan waktu yg dihabiskan, Tapi lumayanlah, dan asyik juga lah
#art #drawing #sketchbook  #sketch #sketchwalker #warkop #warungkopi #murah ' Gazeebo dekat Rektorat Kampus ITS
#art #drawing #watercolor #gazeebo #its #rektorat #sketch #sketchwalker Sambl menunggu anak herregistrasi di Kampus ITS Surabaya
#art #drawing #sketch #sketchwalker #Its #surabaya #herregistrasi Ngopi
#coffetofee #post #coffee #surabaya #myson Alih-alih merasa sendirian di Surabaya, eh ada orang Sekeloa alumnus  Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad  Angkatan 1990 tinggal disana dan putranya sama-sama diterima satu fakultas dgn  Elang. Setelah 22 tahun tak bertemu, Rainy Safitri Inge sepertinya tak banyak berubah. 
Terinakasih banyak atas jamuan makan siangnya, info tentang kost, kunjungan ke Museum Sampoerna dan bantuan kemudahan transportasi selama di Surabaya. Salam buat keluarga. Semoga segala kebaikan Inge & keluarga berbalas berkah berlimpah.
#its #surabaya #alumni #fikomunpad #culinary Tiba ....
#its #surabaya ##arsitektur Seneng rasanya lihat anak-anak kompak saling jaga saling bina #menuju_ITS #raihmimpi #arsitektur #its SIDAK ke Lapak Seniman CFD Dago, sepertinya formasi belum lengkap. Masih berlibur? 
#art #artist #painter #masters #cfd #dago #bandung Silaturahmi ke senior
#idulfitri #halalbihalal #maestro #painter #art #artist Kuda Liar tapi Soleh
#art #drawing #watercolor #spidol #horse #white #sketch #pray Beberes halaman belakang #menunggutukang #ngaduk #tembok #teras #halamanrumah #halamanbelakangrumah #kawalu #tasikmalaya Perang Gobang
#art #drawing #watercolor #spidol #game #traditional Sawer Receh
#lebaran #idulfitri #mudik #cicariang #kawalu #tasikmalaya Puntennya palawargi sadaya ditampina lesehan, maklum teu acan gaduh parabotan
#mudik #cicariang #kawalu #tasikmalaya #idulfitri #lebaran Selamat Hari Raya Idul Fitri. Kami sekeluarga Mohon Maaf atas segala kesalahan, terasa dan atau tidak sengaja.. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima Allah SWT. Amin..
#idulfitri #lebaran

Pengunjung Blog

  • 53,399 hit

Pengunjung Online

%d blogger menyukai ini: