//
you're reading...
ARTIKEL, Tak Berkategori

Mari Beralih ke Bambu


Penulis   : Teddy K Wirakusumah – Dosen Prodi Manajemen Komunikasi Fikom Unpad,

Pemerhati Masalah Lingkungan dan Perkotaan.

Sumber  : PIkiran Rakyat 29 November 2012

Untuk membaca dan mengunduhnya Klik Gambar lalu Zoom. (semoga bermanfaat)

Teddy K Wirakusumah PR-2012-2Menyinggung isu yang menjadi keprihatinan umat sejagat; pemanasan global disaat peringatan Hari Pohon 21 November sepertinya cukup beralasan. Pemanasan global (global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan akibat aktivitas manusia yang mempengaruhi perubahan energi dari matahari sehingga tak terkendali secara alami.

Seperti kita tahu, matahari adalah sumber segala energi yang terdapat di bumi. Sebagian besar energi dari matahari berbentuk cahaya. Saat energi cahaya tiba di bumi, ia berubah menjadi energi panas yang menghangatkan bumi. Permukaan bumi menyerap sebagian panas dan memantulkan sisanya ke angkasa luar. Namun sebagian panas terperangkap di atmosfer karena keberadaan sejumlah gas – yang populer dengan sebutan gas rumah kaca – antara lain karbondioksida, sulfurdioksida, metana dan uap air,. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut terjebak di permukaan bumi.

Efek rumah kaca sebenarnya sangat dibutuhkan.Tanpanya bumi yang kita tinggali ini akan menjadi sangat dingin. Tapi bila gas-gas rumah kaca kosentrasinya meningkat secara berlebih di atmosfer akhirnya dapat mengakibatkan pemanasan global.

Pemanasan global berdampak pada berbagai perubahan yang lain. Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, gunung-gunung es akan mencair. Tinggi permukaan laut meningkat. Daratan akan mengecil. Ekosistem pantai berubah drastis. Sejumlah tetumbuhan dan hewan akan musnah. Daratan menjadi lebih lembab karena air yang menguap dari laut lebih banyak. Curah hujan akan meningkat. Banjir terjadi lebih sering. Badai datang lebih kerap. Beberapa daerah menjadi lebih kering. Angin bertiup lebih kencang. Topan badai menjadi lebih besar. Kebakaran hutan kian sering terjadi. Cuaca sulit terprediksi. Iklim mulai tidak stabil dan lebih ekstrem. Bagi pertanian, gagal panen menjadi ancaman tak terelakan. Perubahan ekosistem, bencana alam, iklim yang ektrim dan kegagalan panen pada gilirannya mengundang mewabahnya berbagai penyakit yang mengancam kesehatan.

Sejumlah asumsi memang masih diperdebatkan. Namun para ahli bersepakat perlunya pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, konsentrasi karbondioksioda di atmosfer dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada awal abad ke-22. Kerjasama internasional perlu digalang. Tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju mengejawantahkannya dalam perjanjian yang mengikat. Tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan internasional yang dikenal dengan Protokol Kyoto. Hingga saat ini sudah 188 negara menandatangi dan meratifikasinya.

Pendekatan utama untuk memperlambat bertambahnya gas rumah kaca adalah mencegah karbondioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan komponen karbon-nya di tempat lain. Terkait dengan peringatan Hari Pohon 21 Novenmber ini langkah termudah mencegah karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan yang sudah ada dan menanamnya lebih banyak. Pohon membutuhkan karbondioksida untuk kebutuhan fotosintesis. Melalui fotosintesis karbon dari karbondioksida akan diikat (difiksasi) menjadi gula dan akan disimpan dalam kayunya.

Menanam pohon lebih banyak? Sesederhana itukah? Menanam pohon memang soal mudah. Namun bersamaan dengan itu perambahan hutan berlangsung dimana-mana. Demi meningkatkan kualitas hidup manusia, hutan beralih fungsi menjadi permukiman, pertanian, pertokoan, pabrik dll. Tak cuma berhenti disitu, pohon-pohon yang tumbuh atau yang sengaja ditanam terus-menerus ditebang, diambil kayunya untuk berbagai keperluan. Padahal butuh waktu 20-100 tahun untuk mengembalikan sebuah pohon seperti saat ia ditebang. Upaya pengendalian memang ada. Reboisasi tak ditampik terjadi di seluruh negeri. Namun, bak pepatah “tumbuh satu mati seribu”. Tak sepadan, tak berimbang

Untuk menangkap karbondioksida di udara upaya menggairahkan gerakan menanam pohon harus terus dilakukan pantang menyerah. Sambil semua upaya berjalan patut dipikirkan kemungkinan lain sebagai alternatif pengganti kayu. Agar ketergantungan terhadap kayu menciut dan tindakan menebang pohon dapat ditekan. Dengan begitu berkurangnya pohon dan menyusutnya hutan dapat dicegah.  Salah satu alternatif pengganti kayu yang dapat kita gunakan adalah bambu. Kenapa bambu?

Bambu dihasilkan dari serumpun pohon bambu. Sebagaimana pohon lainnya yang memiliki hijau daun untuk berfotosintesis, pohon bambu sama efektifnya sebagai penyerap karbondioksida di udara. Namun, usia tanam pohon bambu sangat kontras dibandingkan pohon penghasil kayu. Cukup memakan waktu tanam 3-4 tahun pohon bambu sudah dapat dipanen. Yang lebih luar biasa, kalau pohon penghasil kayu hanya mengenal satu kali panen. Bambu dapat dipanen secara berkelanjutan tanpa harus mematikan rumpunnya. Rumpun bambu dapat dipanen terus-menerus tanpa harus kehilangan fungsinya sebagai penyerap karbon, pengikat air, pelindung erosi, penangkap debu dan peredam polusi suara. Sedangkan waktu pemulihan pasca panen sungguh sulit dipercaya, karena untuk mencapai tinggi 4 meter bambu cuma butuh waktu satu minggu. Kagum.

Bercocok tanam rumpun bambu juga tidak repot. Bambu dapat tumbuh subur di seluruh pelosok negeri. Ditanam pada lahan ber-areal luas, bagus, Jadi pelengkap vegetasi di taman kota, tak masalah. Pemberi harmoni estetis di halaman rumah, bisa. Ditanam di atas pot pun, boleh saja. Di Indonesia, apalagi, jenis bambu yang tersedia sangat bervariasi. Dari sekitar 1500 jenis pohon bambu di dunia 147 jenis diantaranya tergolong asli Indonesia. Mulai dari bambu berdiameter 20 cm hingga setebal lidi. Warnanya beragam. Perawatannya mudah. Biaya murah.

Bambu adalah alternatif pengganti kayu yang sempurna. Hampir semua fungsi kayu dapat tergantikan oleh bambu. Bahkan jika lebih mengenal bambu secara lebih baik; bentuk, keindahan, kekuatan dan kelenturannya bisa dikembangkan berbagai produk yang lebih bervariasi dan tak terhingga ragamnya. Kata kuncinya terletak pada kemauan dan kreativitas. Jadi, tunggu apa lagi?

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My ART

#saveXpalaguna

gerakan seniman & warga Bandung untuk pemanfaatan ex lahan pertokoan Palaguna menjadi RTH dan Cagar Budaya

Follow TandaMata BDG on WordPress.com

My Instagram

Usai Pengajian di Percikan Iman - Mesjid Telkom University
#menggambar pake #telunjuk yang ketiga di HP ini masih jauh dari sempurna, tapi lumayan lah untuk melancarkan.
#art #drawing #sketch #sketchbook #sketchwalker #sketchurban #telkomuniversity #bandung Kalau sebelumnya "menggambar pake telunjuk" di HP karena tak bawa alat+media gambar, kali ini karena situasional.
Selalu ada saja saat-saat dimana "passion" menggambar lagi tinggi tapi situasi tidak memungkinkan. Di dalam pesawat terbang misalnya. 
Dalam situasi seperti ini "ngagambar ku curuk" jadi sangat masuk akal. Walau belum belajar tekniknya yg bener,, baru pake ilmu "kumaha aing we", menggambar dengan telunjuk mengasyikkan juga. Sepertinya ke depan akan saya jadikan alternatif (kaduhung teu ti baheula nyobaan na)
#art #drawing #sketchbook #sketch #sketchwalk #airplane #nam #surabaya Ngudud Dji Sam Soe segese gini kapan habisnya ya? 
#cigarette #234 #sampoerna #museum #houseofsampoerna #surabaya Hotel Geulis Dago Bandung
#art #drawing #painting #watercolor #drawingpen #urbansketch #hotel #dago #bandung #sketch #sketchwalker #hotelgeulisdago Kembali ke Khitah
Saat pulang ke Bandung  saya kangen nyeket di Bandung yg sejuk.  Alhamdulillah beberapa teman di Minggu tadi pada ngumpul di Car Free Day DAGO.  Jadi deh DIGODA DAGO
#art #drawing #sketch #sketchwalker #cfd #dago #bandung #seniman Utk pertamakalinya menggambar pake TELUNJUK

Terkadang (bahkan sering) yang dibutuhkan cuma ngopi alakadarnya. Cukup kopi seduh.
Di Bratang Jaya Surabaya ada sebuah warung kopi seduh. Tempatnya luas, 2 lantai lagi Buka 24 Jam. Harganya cuma 3000 perak. Menarik,, makanya penuh banget.
Saat ngopi nyesel juga nggak bawa Sketchbook. Cuma ingat ada aplikasi Autodesk Sketchbook di HP. Ini pertamakalinya menggambar pake telunjuk. Rada susah sih dan untuk hasil seperti ini rasanya kelamaan waktu yg dihabiskan, Tapi lumayanlah, dan asyik juga lah
#art #drawing #sketchbook  #sketch #sketchwalker #warkop #warungkopi #murah ' Gazeebo dekat Rektorat Kampus ITS
#art #drawing #watercolor #gazeebo #its #rektorat #sketch #sketchwalker Sambl menunggu anak herregistrasi di Kampus ITS Surabaya
#art #drawing #sketch #sketchwalker #Its #surabaya #herregistrasi Ngopi
#coffetofee #post #coffee #surabaya #myson Alih-alih merasa sendirian di Surabaya, eh ada orang Sekeloa alumnus  Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad  Angkatan 1990 tinggal disana dan putranya sama-sama diterima satu fakultas dgn  Elang. Setelah 22 tahun tak bertemu, Rainy Safitri Inge sepertinya tak banyak berubah. 
Terinakasih banyak atas jamuan makan siangnya, info tentang kost, kunjungan ke Museum Sampoerna dan bantuan kemudahan transportasi selama di Surabaya. Salam buat keluarga. Semoga segala kebaikan Inge & keluarga berbalas berkah berlimpah.
#its #surabaya #alumni #fikomunpad #culinary Tiba ....
#its #surabaya ##arsitektur Seneng rasanya lihat anak-anak kompak saling jaga saling bina #menuju_ITS #raihmimpi #arsitektur #its SIDAK ke Lapak Seniman CFD Dago, sepertinya formasi belum lengkap. Masih berlibur? 
#art #artist #painter #masters #cfd #dago #bandung Silaturahmi ke senior
#idulfitri #halalbihalal #maestro #painter #art #artist Kuda Liar tapi Soleh
#art #drawing #watercolor #spidol #horse #white #sketch #pray Beberes halaman belakang #menunggutukang #ngaduk #tembok #teras #halamanrumah #halamanbelakangrumah #kawalu #tasikmalaya Perang Gobang
#art #drawing #watercolor #spidol #game #traditional Sawer Receh
#lebaran #idulfitri #mudik #cicariang #kawalu #tasikmalaya Puntennya palawargi sadaya ditampina lesehan, maklum teu acan gaduh parabotan
#mudik #cicariang #kawalu #tasikmalaya #idulfitri #lebaran Selamat Hari Raya Idul Fitri. Kami sekeluarga Mohon Maaf atas segala kesalahan, terasa dan atau tidak sengaja.. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima Allah SWT. Amin..
#idulfitri #lebaran

Pengunjung Blog

  • 53,519 hit

Pengunjung Online

%d blogger menyukai ini: